Skip to main content

Mengenal Kampung Adat Kuta, Selamatkan Warga Lewat Budaya "Pamali"

gpswisataindonesia.info

Bagi masyarakat Sunda, budaya pamali merupakan bentuk keharusan dari sebuah pantangan yang jika dilanggar akan menimbulkan suatu petaka. Kebiasaan tersebut telah tertanam secara turun temurun dan diwariskan oleh para leluhur di Jawa Barat.

Salah satu Kampung Adat yang masih meyakini budaya pamali adalah Kampung Kuta di Karangpaningal, Tambaksari, Kabupaten Ciamis.

Memperbaiki Ekosistem Lingkungan Melalui Pantangan Hutan Larangan
dok/Liputan6

Dilansir dari situs greeners.co, Kampung Kuta memang dikenal sebagai Kampung Adat yang masih memegang kuat pesan pamali dari para pendahulunya di masa lalu sebagai pedoman hidup.

Ki Warja selaku tokoh masyarakat setempat menjelaskan, dengan adanya pamali di Hutan Kutasari (sebutan untuk warga Kampung Kuta) kelestariannya akan tetap terjaga.
Menurutnya jika tidak ada budaya pamali tersebut, mungkin saat ini hutan sudah banyak yang hilang.

Dilarang Membangun Rumah dengan Semen

Selain Hutan Larangan, Kampung Kuta juga memiliki aturan tersendiri dalam membangun tempat tinggal yaitu harus berukuran 10x6 meter dan berbentuk rumah panggung memanjang. Menurut Ki Warja, jika masyarakat setempat berani membangun rumah dengan menggunakan bahan buatan (semen), akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Namun jika diamati secara logika, kontur tanah di Kampung Kuta memang tidak padat dan cenderung labil, sehingga lebih cocok jika menggunakan bahan bangunan non pengeras karena bisa menyesuaikan dengan kepadatan tanah yang cenderung berubah-ubah.

Larangan untuk Tidak Beraktivitas di Luar Menjelang Maghrib

Salah satu kejadian yang cukup menggemparkan adalah saat kelompok mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung tersebut tiba-tiba hilang saat mengunjungi Leweung Larangan (sebutan untuk hutan disana).

Menurut cerita Ki Warja dilansir dari rappler.com, para mahasiswa itu melakukan sesuatu yang dilarang di kampung tersebut, yaitu berkunjung ke hutan dan bermain air di sungai sekitar hutan larangan menjelang magrib. Sehingga membuat rombongan mahasiswa tersebut kebingungan untuk mencari jalan pulang.


“Padahal mereka sudah dinasihati tidak boleh keliaran di atas jam lima sore, mereka malah main air ke kali, gak ada yang nemani,” ujar Ki Warja.

Dilarang Membuat Sumur Buatan

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat di sana dilarang untuk membuat sumur galian dan diarahkan untuk mengambil air yang dialirkan melalui 4 sumber air yaitu Cibangbara, Ciasihan, Cinangka, dan Cipanyipuhan.

Dengan tidak membuat sumur galian, masyarakat di sana akan terlindung dari abrasi tanah yang memang konturnya labil dan tidak cocok untuk dilakukan penggalian.

“Dari empat mata air itu nantinya dialirkan dengan selang plastik dan bambu ke tempat pemandian umum,” terang Karman yang juga tetua adat di Kampung Kuta.

Dilarang Menguburkan Jenazah di Kampung Tersebut

Seperti yang dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, di Kampung Kuta juga tidak tersedia tempat pemakaman umum atau kuburan untuk masyarakat setempat. Ketika terdapat warga yang meninggal dunia, maka akan dimakamkan di desa tetangga yang bernama Cibodas.

Seperti yang tertera dalam jurnal.unived.ac.id, salah satu kepercayaan tersebut merupakan ungkapan penghormatan terhadap para leluhur mereka dan warga setempat yang telah meninggal.

Larangan-larangan Lainnya
gpswisataindonesia.info


Sementara itu masih banyak larangan lain yang perlu diperhatikan jika ingin berkunjung ke kampung yang masih kental tradisi leluhurnya tersebut.

Dilansir dari gpswisataindonesia.info, bentuk pantangan atau pamali lainnya yaitu larangan memakai baju dinas, larangan memakai perhiasan emas, pantang memakai pakaian berwarna hitam, tidak boleh membuat kegaduhan, dan dilarang menggunakan alas kaki untuk memasuki kawasan Hutan Larangan sebagai upaya pelestarian agar tidak tercemar kotoran dari luar.

Sumber: www.merdeka.com
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar