Skip to main content

GP Ansor Ciamis : Keputusan Gubernur Jabar Ridwan Kamil Ancam Pesantren

fokusjabar/Ketua GP Anshor Ciamis Maulana Sidik


Ketua GP Anshor Ciamis, Maulana Sidik, menilai Keputusan Gubernur Jabar Nomor 443/Kep.321-Hukum/2020 Tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 berisikan perintah dan ancaman yang tidak etis, bahkan dianggap konyol.

Dalam keputusannya pesantren-pesantren di Jawa Barat diminta untuk membuat “Surat Pernyataan Kesanggupan” dengan tiga poin utama.

Berikut poin-poinnya seperti surat edaran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil :

1. Bersedia untuk melaksanakan Protokol Kesehatan Penanganan Covid 19 dalam menjalankan aktivitas selama Pendemi Covid 19.

2. Bersedia untuk menyediakan sarana dan prasarana yang wajib diadakan berkaitan dengan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pondok pesantren.

3. Bersedia dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan, dalam hal terbukti melanggar Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19. Surat pernyataan itu harus ditandatangani di atas materai Rp.6.000.

“Meski mungkin nawaitu dari peraturan ini baik, tapi bagi kami ini aturan yang cacat moral dan etika. Pesantren ini lembaga pendidikan mandiri yang eksistensinya tidak ditanggung oleh pemerintah sebagaimana lembaga-lembaha pendidikan negeri lainnya, “ kata Sidik, Sabtu (13/06/2020).

Sumber: https://fokusjabar.co.id/2020/06/13/kata-gp-anshor-ciamis/?fbclid=IwAR3Vz2FFksRygsrw4P82I9ztH-42Ki1qLIJ4j9eH840kN9JmdMDvuDeu7sQ
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar