Skip to main content

Di Tasikmalaya, Seribu Lebih Santri Tertahan di Pesantren dan Tidak Dapat Perhatian Gubernur



Di Tasikmalaya ada 1.469 santri yang masih menetap di Pondok Pesantren yang ia pilih, bukan apa-apa di masa pandemi seperti ini sebagian santri dipulangkan ke rumah asalnya masing-masing.

Tetapi banyak santri yang tinggal di Pesantren dan tidak memiliki bekal yang cukup selama disana, terlebih banyak keluarga yang juga terpaksa tidak memberikan bekal karena keterbatasan ekonomi saat ini.

Namun yang disesalkan tidak ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk santri-santri, meskipun dalam keadaan merosot Pondok Pesantren tetap bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan santri dan ustadz.

Menurut KH. Nono Nurul Hidayat, selaku Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Tasikmalaya, ada 1.469 santri yang tidak pulang kampung lantaran jauh dan sosok Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Uu Rizhanul Ulum, merupakan figur dari keluarga Pesantren.

" Sampai saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pak Ridwan Kamil dan Pak Uu," ungkap KH. Nono Nurul Hidayat.

Menurutnya peran Pesantren sangat penting dalam membentuk akhlak dan karakter masyarakat.

" Baiknya ada bantuan khusus untuk Pesantren dari Pemerintah, supaya kurikulum belajar Pesantren dapat berjalan lancar,". tutupnya
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar